abu mas'ud terkenal dengan bacaan Alquran nya yang indah, ayo belajar qoriah. tentunya didahului dengan belajar tajwid atau tahsin agar bacaannya benar dulu. lebih baik juga kenallah dulu bagaimana membaca Alquran dengan bacaan murottal, karena itu akan mempermudah ketika belajar qiroah. lagi pula kita juga dianjurkan membaca Alquran dengan tartil. nah...kalau sudah terlewati semua proses itu atau paling tidak dasar tajwid dan bacaan murottal dikenal maka itu akan mempermudah kita belajar Qiroah.
mengapa kita mesti mengenal bacaan dengan benar dulu, karena ketika kita sudah mengerti tajwid sebenarnya nada akan mengikuti ilmu tajwidnya mana yang harus dibaca panjang dan mana yang dibaca pendek, jangan sampai kita membaca dengan nada murrotal misalnya tetapi bacaan kita salah, itu akan mempersulit kita dalam belajar murottal juga, karena nada yang diterapkan mengikuti hukum bacaan Alquran itu sendiri.
ketika kita belajar murottal kita mengenal nada nahwan, rosh, hijaz, bayati, dan lain-lain. namun nada yang biasa dipakai adalah nada rosh didalam bacaan murottal.
nada rosh biasanya awal tiggi akhir rendah. sedangkan, nada hijaz agak mendayu dan kedengaran sedih ketika mendengarnya, nada nahwan lebih lincah dimana ketika dibaca dalam satu surat awal rendah ujung tinggi dan sebaliknya awal tinggi ujung rendah.
setiap kita mengaji dengan bacaan murottal maka kita hanya menggunakan satu jenis nada. misalnya nada nahwan kita terapkan pada surat Alfatiha maka dari awal sampai akhir ayat yang kita guakan hanya nada nahan saja. sedangkan ketika diterapkan pada bacaan qiroah paling tidak ada tiga nada yang kita gunakan. pada umumnya pada ayat di awal menggunakan nada bayati. soba, hijaz, nahwan kemudian ditutup dengan bayati lagi.
demikianlah tulisan ini dibuat dari pengalaman selama belajar Alquran. disarankan jika tajwid belum benar jangan belajar qiroah dulu karena kita membutuhkan nafas yang panjang untuk membaca Alquran dengan nada yang indah, jika belum mengenal tajwid dengan benar bacaannya ditakutkan akan menjadi salah dan jika salah bacaan maka akan salah arti. hukum-hukum yang seharusnya membacanya tidak dengung jadi dengung yang tidak panjang jadi panjang karena ingin mengikuti nada tetapi salah.
kalau belajar murottal masih bisa ditoleransi karena bacaan murottal lebih lambat dan sedikit-sedikit penerapan bacaan yang benar diterapkan, tetapi jika belum mengetahui ilmu tajwid kita sudah belajar qiroah ditakutkan kesalahannya fatal. lagia yang terpenting adalah bacaan yang benar bukan nadanya.
nah..yang belajar tahsin/tajwid jangan cukupkan dirimu hanya mengetahui hukum bacaan Alquran saja, cobalah belajar bacaan secara tarti atau murottal dan lanjutkan dengan memperindah bacaan dengan metode qiroah. selamat belajar, carilah guru.
ada lagi teman-teman ikutlah juga menghafal quran dirumah tahfidz misalnya dan selain itu ikuti juga kajian tafsir quran dan amalkan InsyaAllah berkah amin
Jumat, 19 Agustus 2011
Rabu, 17 Agustus 2011
catatanku
3 hal untuk melihat kesuksesan seseorang
1. buku yang ia baca
2. event yang ia datangi
3. orang yang ia temua
aku ingin menambahkan satu lagi
4. kedekatan dengan Allah
ada 3 jenis orang yang ditemui oleh calon orang sukses
1. tokoh agama
2. ilmuwan
3.politisi/pejabat pemerintah
1. buku yang ia baca
2. event yang ia datangi
3. orang yang ia temua
aku ingin menambahkan satu lagi
4. kedekatan dengan Allah
ada 3 jenis orang yang ditemui oleh calon orang sukses
1. tokoh agama
2. ilmuwan
3.politisi/pejabat pemerintah
Langganan:
Komentar (Atom)
