setiap bayi yang dilahirkan pertama kali akan menangis, dan orang-orang yang melihat biasanya tertawa riang, begitu juga denganku.
tak banyak yang kuingat dari masa kecilku,namun aku masih ingat kalau aku mempunyai seorang kakak perempuan yang sangat cantik sekali. ketika aku masih kecil, sekitar umur tiga tahun, kakak perempuanku menjagaku, ibuku bilang "jangan ditinggalkan adikmu nanti dia jatuh dari tangga". saat itu kakak perempuanku sangat hawatir meninggalkanku, tapi dia harus pergi, katanya sebentar saja"dek, tunggu dirumah sebentar ya, jangan kemana-mana nanti jatuh", rumah didaerah kami memang tinggi-tinggi wajar jika mereka hawatir. aku hanya berjalan disekitar rumah, dan benar aku terjatuh, dahiku tertusuk pecahan dan mengeluarkan darah yang banyak. kakakku pulang dengan berlari dia melihatku dengan darah yang bercucuran, dan memelukku, air matanya berlinang."tadikan kakak bilang jangan kemana-mana"
ketika aku beranjak menjadi anak-anak yang riang, aku sudah menghafalkan beberapa ayat pendek, tugas dari sekolah. aku praktekkan dalam sholah. kakak perempuanku bilang, "dek kalo sholat nggak boleh dibaca keras-keras, kalo pas belajar, nggak apa-apa". aku menjawab, "nanti kalo nggak dibaca keras, aku lupa", kakakku bilang lagi "kalo sholat nggak boleh ngomong"
kakakku memang anggun sekali, dia memakai jilbab, aku sering menirunya, pura-pura membersihkan muka dengan peralatan kosmetiknya, mengikuti kemana dia pergi. dan..aku sering dititipi salam dari cowok-cowok yang suka padanya.
menjelang remaja, kakakku pindah sekolah ke kota lain, selama tiga tahun aku tak pernah bertemu dia, alat komunikasi hanya surat. aku rindu sekali padanya. aku melewati masa remajaku sendirian.
setelah lulus dari SLTP, aku menyusul kakakku ke kota itu..dia terbaring dikasur, aku menghampirinya, orang-oarang mengelilinginya, dan menangis. seseorang berkata "bangunlah, adikmu datang", dia duduk, dan menatapku. satu tetes, dua tetes air mengalir dipipiku, turun ke dagu dan jatuh, berkali-kali..terus dan terus jatuh. dia menghapus air mataku dengan tangannya dan bertanya padaku "mengapa menangis dek"..aku ingin berkata "aku rindu...rindu sekali", tapi tak pernah kukatakan, sampai saat ini.
satu tahun, dua tahun, tiga tahun, sepuluh tahun berlalu. setiap bayi yang dilahirkan akan menangis, dan orang lain menyambut dengan tawa. bertahun-tahun aku melihatnya dengan menangis tetapi orang lain melihatnya dengan tertawa. dia teriak, dia mengoceh, dia berjoget, dia tertawa sendiri, menagis berteriak. nampak lucu bagi orang lain. tapi aku tak pernah berhenti menagis dalam hati, jika air mataku sudah kering, jika air mata darah tak bisa aku keluarkan.
pernah dia berkata "mengapa aku sakit seperti ini", dan aku menangis mendengarnya. kemudian dia membentakku "hei...kenapa menangis", dia memang masih gila.
aku selalu berusaha mencari tahu tentang dia, membaca buku-buku yang positif, sering dia tidur dipangkuanku sambil aku bercerita, aku belai rambutnya. dia bertanya padaku
"apa aku bisa sembuh dek", aku jawab, bisa setiap penyakit ada obatnya, yakin saja, dan berusaha. dia berkata padaku "dek hiburlah aku"
apa yang kau rasakan kakakku, begitu beratkah hidup sehingga kau memilih untuk gila, seberat apa, bagilah dengaku agar lebih ringan.
suatu ketika ada tetangga yang bilang pada bapakku, "jangan sok kamu, lihat anakmu saja gila"
Alquran adalah obat, obat bagi jiwa yang sakit. namun bukan untuk dendam, tapi biar hati bapakku redam, aku turuti. malam itu, bapakku menyuruhku membaca surat Yasin sampai 40 kali, karena rasa sakitnya, masing-masing 40 kali. aku lihat bapakku sudah kelelahan. aku menggantikannya, dan kusuruh bapakku tidur karena besok akan bekerja lagi. sepanjang malam aku hampir tak tertidur, kuulangi lagi dan lagi, membaca surat yang sama. 10 kali saja sudah berat bagi bapakku dengan mata yang sudah tak jelas lagi untuk membaca Alquran, dengan terbata-bata. berapa puluh kali, aku baca hingga shubuh datang.
menangis dan tertawa adalah aktivitas fisik manusia yang alamiah, sudah menjadi fitrahnya jika bahagia tertawa, jika bersedih menangis.
"Dan bahwasannya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. al-Najm [53] : 43).
pernah kakakku lari dari rumah dengan membawa bantal guling, kami cari kemana-mana ternyata dia bersembunyi di sebuah bangunan yang baru dibangun, dibalik bata-bata yang tersusun, dia ketakutan, tak ingin pulang.
aku hanya pernah melihat adegan itu di film, ternyata aku tidak hanya menyaksikan sendiri tetapi merasakan sendiri rasa sesaknya. perih..
sebab apakah dia menjadi gila, aku tak pernah tau..
sebab cintakah..seperti di film india pyar tune kya kiya, atau sebab lain. buatku dia adalah bidadari, bidadari khusus yang dikirimkan Allah untukku.
bagaimana kabarmu bidadari, aku rindu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tabah adalah solusi yang terbaik.... (barangkali...)
BalasHapus