Bersyukur atas masa lalu yang menyakitkan, hari ini baru kutahu apa maknanya diberi ujian seperti itu. tak ingin sakit, tapi rasanya sakit banget...mencintai seseorang terkadang menyakitkan, bukan karena cinta itu, namun karena harapan yang tak sesuai kenyataan.
saat cinta itu tak kesampaian, rasanya tak bisa tergambarkan. kecuali, jika kita sudah menyiapkan akan cinta tersebut, tentunya kita juga akan siap dengan perpisahan atau ditinggalkan.
seperti kata pak mario teguh, rasa sakit itu muncul karena ada sesuatu keinginan yang belum tersampaikan
seorang temanku bilang: "karena aku belum pernah pacaran, dan sakit sekali ketika dia yang kucintai memutuskan memilih yang lain" aku kurang ingat kata-katanya, tapi intinya seperti itu.
karena kita belum siap untuk sebuah cinta, dan dia datang tiba-tiba, maka itu yang menyebabkan sakit. lagi-lagi ketika diapun harus pergi secara tiba-tiba juga.
hidup itu untuk cinta, benar. tak ada satu kisahpun didunia ini yang tak ada nuansa cinta. pada lagu, pada film, pada bunga, pada binatang. semua diwarnai dengan cinta. sudah tertakdir semua diciptakan berpasangan.
Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan QS,43:12
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah. QS,51:49
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, QS,78:8
====================================
cinta bisa bikin kita lemas, tapi juga bikin kita bersemangat. cinta bisa bikin kita sukses, cinta juga bisa bikin kita gagal. entah, rumus kimia apa yang terjadi dalam tubuh, sehingga ketika kita jatuh cinta, semua anggota tubuh menjadi bersemangat untuk beraktivitas, tubuh yang sakit menjadi sehat. entah teori psikologi yang mana yang bisa menjelaskannya, entah rumus fisika yang mana bisa menjelaskan semua proses jatuh cinta ini.
aku ingat, waktu itu, ketika aku merasa patah hati...rasanya dunia memuntahkanku, tak ada tempat untuk mengadu (mulai puitis khasnya lagu lebay) tak usah dijelaskan, semua mungkin pernah merasakan. aku hanya punya uang rp. 30.000 sisa ongkos kereta Yogyakarta-Jakarta. dalam hati hanya berucap, "pokoknya, aku harus pergi" dengan uang itu, aku mencari alamat dosenku di jakarta utara. ada rasa gugup, karena belum tahu alamatnya, takut uangnya tak cukup. aku berapa kali naik bis, di bis terahir aku sampai tertidur...aku sudah siapkan kata-kata jika uangku kurang untuk membayar ongkos. "pak maaf ya, uang saya kurang, bla...bla..bla..". uangku hanya tersisa rp.10.000. sebelumnya aku salah naik bis, jadi bolak-balik ganti bis.
beberapa kali aku tanya pada pak sopirnya "pak sudah sampai belum di kota wisata", jawabnya selalu belum. bukan apa-apa, sejauh itu, aku hanya takut uangku kurang untuk membayar ongkosnya. setelah sampai, "berapa pak", ku tanya sopirnya. "lima ribu mbak"..
alhamdulillah...
tapi, aku harus naik ojek lagi..uangku tinggal rp. 5ooo. dan hanya tertinggal uang receh di tasku. untung tukang ojeknya bisa ditawar. (maksudnya ongkos ojeknya)
"goceng aja ya bang"
ahirnya sampai juga dirumah dosenku, aku juga tamu tak diundang sebenarnya, tapi karena aku sudah nggak ada tempat untuk bersembunyi dari rasa sakitku, sakitnya psikis sih, jadi agak rada-rada aneh.
sampai disana, aku dimarah dosenku "kalo mau gila jangan jauh-jauh, ke jogja kok cuma buat stress, buka jilbabnya"
eitss, jangan salah sangka dulu, dosenku perempuan. setelah kubuka jilbab dosenku melanjutkan marahnya "pake jilbab rambut nggak pernah disisir, lihat rambutmu acak-acakan kayak gitu, tubuh itu dirawat, biar pikiran jernih, mensyukuri apa yang Allah kasih untuk kita dengan merawatnya, kalo nggak punya uang buat kesalon, bisa beli lulur harganya juga ngak mahal-mahal banget. kamar dibersihkan, buku-buku disusun rapi, di pel lantainya, dikasih wewangian biar nggak jadi sumpek, bikin stress"
dan banyak lagi, karena dosenku orang sumatera jadi kata-katanya begitu nyelekit antara menyakitka dan menyejukkan hahaha. aku menangis, tetapi merasa lega karena ada yang memarahiku. kedua dosenku suami-istri memarahiku beberapa hari itu. aku mau pulang ke jogja tidak ada ongkos lagi. alhamdulillah setelah pamit pulang walau nggak punya uang, cuma pamit doang nggak tau dijalan mau pinjam uang siapa, kedua dosenku memberiku uang masing-masing Rp. 100.000. masih ada sisa setelah dipakai bua ogkos dan kesalon...
dan lihat sekarang tadaaaaaaa.....rambutku jauh berbeda dari dulu, dan tidak perlu mahal merawatnya..facial, body spa, creambath, ear candle, mani pedicure, foot spa, dan banyak lagi deh..bisa kulakukan sendiri.
alhamdulillah atas ujian sakit hati ini...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar