Mulai babak baru dalam kehidupan yang tiada habisnya lika likunya. aku bertemu dia Da Cruz, itu namanya. aku masih menilai, tapi sejak kenal dengan dia, aku yakin dia orang baik. hanya saja ada yang berbeda diantara kita.
rasanya sudah hilang segala impian dan kriteriaku dulu yang pernah aku sebut "lelaki sederhana yang baik agamanya" karena mengingat itu serasa menimbulkan luka baru. sejak orang yang kuaggap baik agamanya sungguh membuatku tambah jauh dari ketenangan. sakit hati itu membuatku jauh..jauh dari Tuhanku. aku sudah tak menginjakkan kakiku lagi ke masjid. masjid seolah menimbulkan trouma yang panjang dalam sejarah hidupku. seorang wanita juga tidak diwajibkan untuk sholat di masjid, hanya saja pahalanya akan lebih banyak ketika berjemaah. namun sejak itu, masjid yang hanya sejengkal dari tempat tinggalku tak pernah kuinjak lagi. aku sungguh berubah.
ternyata rasa diabaikan, tak dicintai membuatku merasa tak berharga. hilang sudah semangatku..
dalam keterpurukanku, aku juga meninggalkan Diaryku, yang biasanya selalu menjadi temanku untuk menuliskan semua yang kurasakan. saat itu, aku benar-benar sudah hilang.
dia datang, entah mengapa? sejak kenal dia, aku merasa sungguh berharga. aku menjadi semangat kembali. aku merasa ingin dekat dengan Tuhanku. aku sedetikpun tak ingin lengah. aku menginjakkan kakiku ke masjid lagi, aku berpuasa sunnah lagi, aku senyum kembali.
memang semua itu bukan karena dia semata, hanya saja aku merasa aku rindu, rindu dengan Tuhanku.
dia bilang padaku "nanen nomu2 saranghanende". cinta itu bahkan sudah kehilangan bentuk dihatiku, aku sudah tak mengerti apa itu cinta. tapi kata itu membuatku bahagia.
saat aku menelponnya, ada suara perempuan di mobilnya. dia bilang itu halmoeni, orang korea. dia mengantarkan kedua nenek itu pulang. ya aku merasa bangga padanya.
Aigo...cerita ini sungguh rumit. sering kita lihat sendiri dan dengar dari orang-orang, seorang wanita muslimah yang tiba-tiba melepas jilbabnya. seorang wanita muslimah yang jauh dari aktivitas dakwah. benarlah bahwa wanita itu bagai tulang rusuk, sanggat rentan untuk patah hatinya. aku merasakannya sendiri. hanya saja hidup adalah pilihan kita sendiri.
dalam sebuah organisasi atau kelompok lingkungan yang mempertemukan wanita dan laki-laki dalam suatu aktivitas yang bertujuan sama, sering bertemu. sering timbul rasa kagum dan jatuh cinta atau sering disebut cinta lokasi. disana aku jatuh cinta dan kemdian patah..patah hatiku dan itu juga yang menyebabkan aku tak pernah ke masjid lagi.
Ya Allah, aku hanya ingin kembali padaMu, karena aku pikir dia adalah orang yang baik agamanya, aku serasa memaksa dia untuk jadi jodohku. orang yang kemudian mengabaikanku. dia bilang aku ke GR an. dia bilang, dia hanya anggap aku teman tetapi aku minta lebih dari teman. aku tak pernah merasa seperti itu, sungguh.
tapi sekarang aku kembali, aku menemukan diriku lagi yang sempat hilang, hilang bentuk.
lelaki sederhana yang baik agamanya pun hilang dari kriteriaku. aku masih sering mendengarkan azan yang merdu, aku masih mengagumi Bilal bin rabbah, aku masih mengagumi pemuda Ashabul Kahfi, aku masih kagum pada Ibnu mas'ud. aku ingin selamatkan diriku dari ketidak berhargaan oleh lelaki yang kuanggap baik agamanya, yang menghancurkan hatiku dan membuatku jauh dari Tuhanku. aku tinggalkan dia, gomabemnida atas segala penilaian yang salahmu terhadapku.
Da Cruz, nama laki-laki itu yang baru ku kenal, tapi mengenalnya membuat aku ingin dekat dengan Tuhanku, jadilah seperti Abu Tholha ne ein...karena jika tidak aku tak bisa bersamamu.
Dari Anas bahwa Aba Tholhah meminang Ummu Sulaim lalu Ummu Sulaim berkata “Demi Allah, lelaki sepertimu tidak mungkin ditolak lamarannya, sayangnya kamu kafir sedangkan saya muslimah. Tidak halal bagiku untuk menikah denganmu. Tapi kalau kamu masuk Islam, keislamanmu bisa menjadi mahar untukku. Aku tidak akan menuntut lainnya”. Maka jadilah keislaman Abu Tholhah sebagai mahar dalam pernikahannya itu. (HR Nasa`ih 6/ 11
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar