Senin, 19 Juli 2010

Liburan Dengan Menulis Bersama Deniz Dinamiz

Review Materi yang disampaikan Ust.Deniz Dinamiz di Masjid Almunawwar

Semua orang adalah penulis.kata pertama ust Deniz dalam membuka materi.apa maksudnya?setiap hari kita menulis,dan siapapun itu. tukang beca,pengamen semua adalah penulis.paling tidak menulis sms dan mengetiknya di keyboard Hp.

Mengapa Orang Menulis?
karena merasa kenyang dengan menulis?
Bagaimana caranya menjadi penulis hebat?
jika ingin menjadi pembicara hebat jadilah pendengar yang hebat
jika ingin jadi penulis hebat jadilah pembaca yang hebat.berapa indek baca indonesia di banding Jepang dan amerika hanya 0.00 persen banding 16 dan 15 persen indeks baca di Jepang dan Amerika.

Untuk apa kita jadi penulis?
menulis ada tujuannya,motivasinya harus besar dan juga benar.jika kita naik gunung,jika kita pakai penunjuk arah/kompas coba geser 3 derajat saja berjalanlah 1 jam dengan arah yang sudah di geser alhasil kita akan tersesat.maka di perlukan niat yang benar untuk mencapai tujuan kita.

Apa manfaat menulis?
1. mengikat ilmu/makna
2.transfer pemikiran
3. nambah ilmu
4. curhat/chatarsis
5. motivasi agar lebih banyak membaca
6.ngisi waktu luang
7. tantangan untuk lebih banyak mencari ilmu baru/belajar hal baru
(kalian bisa menambahkan manfaat lainnya sendiri)

Apa yang di lakukan Deniz Dinamiz sebelum jadi penulis?
sebelum menjadi penulis tentunya membiasakan diri menulis,apapun impian, ide, curhat. makanya beliau memiliki 3 buah buku yaitu:
1. Buku Impian: yang di tulisi tentang impian-impiannya di masa depan
2. Buku ide: yang selalu dibawa kemana-mana karena ide itu sering datang tetapi begitu cepat pergi jika tidak di tulis.bahkan beliau jika lupa membawa buku ide menuliskan ide tersebut di hp
3. Buku Curhat: buku ini tempat menulis curhat-curhatnya,segala keluhan hati.

Beliau melejitkan tulisannya ketika beliau membuat aturan baru dalam menulis yaitu:Menyediakan sebuah buku yang boleh di baca siapapun dengan syarat mereka juga harus menulis di buku itu.sampai ada juga yang menulis di buku itu "maaf saya tidak tahu mahu menulis apa" saya teringat dengan judul lagu yang sering saya dengar dari Bapak saya "Tiada nyayian"itulah judul lagunya maka dari tulisan itu bisa saja muncul ide membuat tulisan dengan judul itu :"maaf saya tidak tahu mahu menulis apa"isinya bisa tentang tips menulis.
jangan takut jika kita menulis dan tulisan kita belum sempurna/belum utuh karena tulisan yang tidak utuh akan jadi tabungan .jika kita terbiasa jujur dalam tulisan-tulisan kita pada saatnya ada motivasi yang kuat untuk kita menyempurnakan tulisan kita lebih sempurna.

Seseoang yang menulis karena kegelisahan tentang suatu hal yang harus ada yang menjelaskannya. Maka lahirlah buku "Bikin Belajar Selezat Coklat" karya Fatan Fantastik dan Daniz Dinamiz. di awali kegelisahan mereka berdua banyak siswa yang malas belajar.

Bagaimana mengawali untuk bisa menulis?
ambil pena atau buka laptop/ komputer mu tulis dan ketik. harus jelas apa yang ingin kita tulis fiksi atau non fiksi. jika mahu menulis buku bahkan harus di tentukan tebalnya,bentuknya,kerangka, alur yang jelas.buat kerangka dulu sehingga jelas arahnya jadi tinggal mengisi kerangkanya.untuk yang benar-benar mengawali belajar menulis jangan pikirkan metode kiat menulis adalah tulis...tulis...dan tulis..

Bagaimana menyikapi tulisan online yang nggak MUTU?
Untuk menyadarkan ada prinsip2 nya ada tatanan yang harus di penuhi. bagaiman membuka pintu dakwah ada 3 dengan tangan kita juga harus banyak menulis untuk menjelaskan hal yang benar(membuat status yang baik di FB ) juga sertai mengajak bil himkah /lembut untuk menulis yang baik dan tulisannya lebih MUTU,yang kedua dengan lisan mengatakan pada yang bersangkutan atau memberi komentar untuk membenarkan tetapi ingat dengan hikmah.yang terahir dengan Hati.

Bagaimana mencari IDE?
ide itu di tangkap bukan di cari.ide sering muncul tetapi cepat sekali hilang jika kita tidak langsung menuliskannya. keluarlah dari kebiasaan rutinitas yang biasa kita lakukan dan lakukan hal yang kreatif.seperti pernah saya baca judul tulisan di majalah tarbawi

"suatu kali berjalanlah dengan jalan yang tidak biasa"

Saya biasanya melakukan perjalanan sendirian dan menuju tempat yang belum pernah di kunjungi,naik kereta ekonomi biasanya banyak sekali ide disana,diantaranya ketika saya pergi ke Jakarta saya belum tahu tempat tujuan saya dan hanya membawa uang Rp.30.000 saya buka Alquran dan mulai membacanya agar hati saya lebih tenang apa yang terjadi? Banyak orang yang bertanya"Mba dari pesantren mana?" dan banyak yang melihat ke arah saya bahkan melihat Alquran yang saya pegang seolah sangat asing dengan Alquran ada juga nenek-nenek yang tertawa ketika memegang Alquran milik saya dan coba membacanya "surat Yasin" haya satu kata "Ya sin" dan kemudian mengembalikannya lagi pada saya lalu Alquran milik saya di oper sana-sini. Alquran jadi barang langkah seolah baru dilihat.

Iitu merupakan ide buat kita menulis bagaimana orang-orang menganggap seolah Alquran hanya boleh dipelajari anak-anak pesantren bagaimana steotipe mereka yang biasa memegang Alquran hanya anak pondok pesantren saya jawab "saya tidak pernah nyantri/mondok di pondok pesantren" atau kita bisa temukan ide dengan naik gunung dan apapun yang bersifat tantangan. "jika kalian biasa membaca buku fiksi coba sekali-kali bacalah buku non fiksi atau sebaliknya".kata ust Deniz menjawab pertanyaan bagaimana menemukan ide

Layakkah Tulisan saya?Bagaimana menulis dengan ide sendiri?
kita ingin menulis tetapi hanya mencopy paste tulisan orang lain,karena kita sendiri tidak PD dengan tulisan kita yang mungkin tidak layak. fenomena Blog dan FB yang positif membuat setiap orang lebih rajin menulis paling tidak mengupdate status FB kita,tetapi alangkah lebih baik jika tulisan di Blog tersebut kita tulis dengan bahasa kita sendiri. jika ingin mengutip kata-kata orang lain maka kita harus menyertakan nama yang menulis kata tersebut.

jika kita belum PD karena belum terbiasa menulis sehingga banyak kata-kata yang tidak tersusun seperti banyak memakai kata-kata "dan" nya seperti :(dan jika apabila jikalau seandainya) kita terlalu banyak memakai kata sambung.biasakan untuk menulis awali dengan menulis diary lama-lama kamu akan terbiasa.atau tulislah apapun dengan bahasa sendiri suatu saat perbaikilah tulisanmu lebih baik lagi jangan berhenti menulis.saya biasa menulis diary untuk melatih kemampuan tulis saya tetapi sebelumnya jika menemukan ide atau tulisan orang lain yang menarik saya lupa menulis sumber nya sehingga ketika ingin membuatnya jadi sebuah tulisan utuh bisa dibedakan mana ide sendiri dan mana kutipan dari kata orang lain.seperti yang dilakukan ust Deniz dengan membiasakan menulis dan memiliki 3 buku khusus yang terpisah

Bagaimana jika terbiasa menulis bebas (buku /artikel/diary dengan kata gaul/bahasa populer ) tiba-tiba kita harus menulis bentuk yang ada aturannya/EYD Thesis atau Skripsi?

Jika kita baca buku "bikin belajar selezat coklat" kita terbayang kan bagaimana gaya tulisannya.sangat nikmat di baca dan selezat coklat atau kita baca buku populer lainnya seperti kita membaca seperti meikmati sebuah pizza. menurut ust.Deniz ubah mindset kita itu terletak pada set mental kita maka yang harus dilakukan adalah mengubah bahan bacaan kita karena gaya tulis kita juga dipengaruhi oleh bahan bacaan kita.jika ingin menulis karya ilmiah seperti skripsi atau thesis maka perbanyaklah membaca jurnal dan skripsi orang lain untuk ide-ide tulisan kita.ini juga terjadi pada ust Deniz saat menyelesaikan skripsinya banyak sekali kata-kata yang harus di edit,dan pembimbing beliau banyak mencoret kata-kata yang tidak perlu di tulisan skripsinya untuk di ubah.wah...ternyata bentuk tulisan selain fiksi non fiksi populer juga tulisan ilmiah,jurnal,skripsi.kita bisa menulis bentuk manapun yang kita kuasai jika terbiasa menulis saat dibenturkan harus menulis hal yang belum kita kuasai kita akan cepat menyesuaikan. jika kita hanya terbiasa menulis diary, lama-lama kita kan bisa menulis artikel atau cerpen setelah itu mungkin kita akan menulis sebuah buku dari ide-ide yang telah kita tulis kita kumpulkan dan jadilah sebuah buku. TERUSLAH MENULIS.

temukan stile kita sendiri dalam menulis
Amati Tiru Modifikasi=ATM
temukan ciri khas
Menulis agar jadi lebih baik dan tersu memperbaiki diri
Menulis untuk dakwah

Tulisan Review ini di tulis dengan bahasa sendiri dan di beri tambahan dari ide sendiri
terakhir selamat berlibur dengan menulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar